Fungsi media dinilai hampir sama dengan nabi, menyampaikan kebenaran. Masyarakat lantas mengkultuskannya tanpa tahu media sesungguhnya juga dapat menjelma menjadi institusi ekonomi juga politik.
Kritik yang dilontarkan mengenai kerja media disampaikan beberapa pemerhati media. Idealisme awal yang dibawa media kini mengalami perubahan ke arah degeneratif. Tak dapat dicegah, media semakin kehilangan keseksiannya sebagai penegak pilar keempat demokrasi. Indikasi ini terlihat dari media yang cenderung selektif dalam melakukan fungsi pengawasannya. Hal ini menjadi ironi manakala media telah terintegrasi dalam aktivitas politik yang cenderung partisan. Masih segar diingatan bagaimana dua stasiun televisi swasta di Indonesia seolah menampilkan parodi dalam panggung sandiwara saat mengusung dua calon ketua umum suatu partai. Etika media saat itu dikesampingkan demi meloloskan kepentingan politik. Continue reading ‘Menolak Berhala Media’
