Archive for June, 2009

16
Jun
09

Ketika FISIPOL punya IDOL

Begitu menginjakkan kaki di kampus Fisipol, mata kita akan langsung terpaku pada sebuah spanduk besar bertuliskan “Fisipol Idol”. Fisipol Idol adalah program terobosan terbaru hasil kreasi dekanat. Namun dalam implementasinya, program itu mengundang berbagai reaksi dan tanggapan dari kalangan mahasiswa Fisipol. Berikut petikan wawancara yang berisi opini mahasiswa FISIPOL mengenai keberadaan FISIPOL IDOL yang dihimpun Sintesa. Continue reading ‘Ketika FISIPOL punya IDOL’

16
Jun
09

TV Iklan

Ada yang berbeda dari kantin Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada (Fisipol UGM). Tampak ‘penghuni’ baru yang sedikit menyemarakkan tempat itu. Sebuah TV plasma berwarna hitam, dipasang di dinding sebelah barat. TV itu dirasa semakin menambahkan keglamoran kantin Fisipol. Menurut salah satu karyawan fakultas yang dibidang perlengkapan, Sri Handayani, S.I, “TV plasma tersebut mulai dipasang dikantin Fisipol sejak bulan Januari lalu.” Badan Nasional Narkotika (BNN) menghibahkannya kepada fakultas untuk sosialisasi mengenai bahaya narkoba dan narkotika. Continue reading ‘TV Iklan’

16
Jun
09

Berburu Proyek Kerja Sama

Mungkin bagi sebagian mahasiswa Fisipol, Pusat Pengembangan Kapasitas dan Kerja sama (PPKK) masih terdengar asing. Memang PPKK baru dibentuk pada Oktober 2007 lalu. Tujuan awal didirikannya PPKK ini ialah membentuk institusi yang mampu memfasilitasi kerja sama dengan pihak luar. Saat ini, fungsi PPKK dipertegas lagi sebagai pintu masuk bagi kerja sama, pengembangan riset, dan advokasi kebijakan.
PPKK memiliki lima divisi, antara lain Bidang Mobilisasi Sumber Daya, Bidang Penerbitan, Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia, Bidang Humas dan Alumni, serta Bidang Kerjasama Internasional. Agenda PPKK lebih difokuskan untuk mencari dana filantropi, beasiswa untuk mahasiswa, dan riset.

Perihal PPKK yang tidak terlalu populer di kalangan mahasiswa ditengarai minimnya sosialisasi kepada mahasiswa. “Saya pernah mendengar tentang Pusat Pengembangan Kapasitas dan Kerjasama, tetapi hanya sebatas nama. Saya tidak tahu lebih lagi mengenai program di dalamnya,” ujar Aminah (Komunikasi ’07). Padahal, beberapa usaha PPKK untuk melibatkan partisipasi mahasiswa dalam setiap programnya telah terlihat. Misalnya saja pengadaan lomba fotografi dan rencana penerbitan jurnal Sospol. Sebagian mahasiswa berpendapat lain. Program-program yang dibuat PPKK kurang dipublikasikan, sehingga membuat mahasiswa merasa tidak mendapat tempat. ”Lomba fotografi aja nggak tau lagi kabarnya,” celetuk Gading (Komunikasi ’07). Faktor lain penyebab keawaman terhadap PPKK adalah sikap acuh tak acuh mahasiswa terhadap program-progam yang bergulir di Fisipol. Memang untuk mendapatkan informasi mengenai program PPKK, mahasiswa dituntut aktif untuk mencarinya sendiri. Misalnya, mencari informasi melalui website.

Permasalahan tersebut lantas ditanggapi pihak PPKK yang bersedia melakukan sosialisasi. PPKK akan membuat forum untuk menjelaskan mengenai kegiatan, maksud, dan tujuan PPKK kepada mahasiswa. ”Apabila mahasiswa berkepentingan untuk mengetahui kegiatan PPKK, kami bersedia mengadakan forum,” ujar Bambang Purwoko, ketua koordinator PPKK.

Bukan hanya sosialisasi yang harus menjadi pekerjaan rumah PPKK selanjutnya. Partisipasi aktif mahasiswa juga harus ditingkatkan dalam setiap program PPKK. Proyek-proyek kerja sama yang berpotensi meningkatkan keunggulan fakultas sedapat mungkin melibatkan mahasiswa. Jika fakultas mengapresiasi mahasiswa dengan sepantasnya, otomatis mahasiswa akan menaruh respon dan respek yang besar terhadap fakultas. Karena kemajuan Fisipol tidak akan terwujud jika antara fakultas dan mahasiswa sendiri tidak ada kerja sama.
[Fera, Sandhe]

16
Jun
09

CERITA DARI BLORA

“Duniaku bukan jabatan, pangkat, gaji, dan kecurangan. Duniaku adalah bumi manusia dengan persoalannya…”
Pramoedya Ananta Toer

Mentari mulai meninggi ketika para awak Sintesa melakukan persiapan menuju Blora. Bukan sekadar perjalanan wisata biasa. Namun, untuk menghadiri peringatan 1000 hari meninggalnya salah satu sastrawan terbesar Indonesia, Pramoedya Ananta Toer. Karya-karya fenomenalnya tak hanya menghiasi dunia sastra Indonesia saja. Tulisannya juga diterjemahkan dalam berbagai bahasa untuk turut dinikmati oleh masyarakat dunia. Continue reading ‘CERITA DARI BLORA’

16
Jun
09

REPOSISI FUNGSI POLUGRI

Judul : Politik Luar Negeri Indonesia di Tengah Pusaran Politik Domestik
Penulis : Ganewati Wuryandari,dkk
Penerbit : Pustaka Pelajar bekerjasama dengan Pusat Penelitian Politik-LIPI
Cetakan : Pertama, Agustus 2008
Tebal : 265+ix

Fungsi Polugri seyogyanya menciptakan keadaan menguntungkan bagi pelaksanaan pembangunan nasional serta mampu menyingkirkan potensi yang mengancamnya.

Politik luar negeri Indonesia (Polugri) sudah melewati enam dekade. Buku ini mengabadikan dinamika Polugri sejak zaman kemerdekaan hingga kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono. Sekalipun sudah banyak tulisan yang membahas tentang Polugri, tetapi sebagian besar tidak mengkaji secara keseluruhan dan sifatnya cenderung tematik. Continue reading ‘REPOSISI FUNGSI POLUGRI’

16
Jun
09

Pencitraan: Manifesto atas Identitas Imajiner

Wacana tentang pencitraan makin banyak didiskusikan pada saat media menjadi sesuatu yang omnipresent (ada dimana-mana). Karena medialah yang dianggap sebagai agen pengejawantahan pencitraan. Pencitraan sendiri adalah bagaimana sesuatu dapat dikenali melalui tampilan yang dirancang oleh suatu entitas. Baik itu sebuah personal, institusi, maupun bentuk noumena lainnya. Makna noumena disini adalah ide, gagasan, karakter, dan juga pesan yang terdapat dalam sesuatu yang empiris. Dalam konteks kekinian, kebanyakan pencitraan kontra terhadap substansi. Ia menginginkan lingkungan di luar dirinya untuk mengimajinasikan persepsi tentangnya seperti apa yang entitas tersebut inginkan. Walaupun dalam beberapa hal ia berada diluar kesadaran. Sehingga dimensi empiris adalah keniscayaan dalam pencitraan. Continue reading ‘Pencitraan: Manifesto atas Identitas Imajiner’

16
Jun
09

Mem-portal Akses Mahasiswa

Mem-portal Akses Mahasiswa

Aktivitas mahasiswa terbatasi. Bukan oleh represi fisik seperti masa Orde Baru dulu. Tetapi oleh portal dan regulasi jam malam.

Sudah hampir dua bulan, tepatnya sejak senin (19/1/09), penggunaan portal di UGM mulai diaktifkan. Selama itu pula banyak mahasiswa disulitkan untuk mengakses kampus saat malam hari. Pengadaan portal ini adalah salah satu kebijakan rektorat yang terbaru. “Tujuan dari pembuatan portal adalah untuk membatasi akses masuk publik yang tidak berkepentingan dalam wilayah kampus,” terang Kepala Bagian Humas UGM, Suryo Baskoro. Seakan-akan UGM menganggap kampus yang ideal adalah kampus yang “tertutup”. Akses masyarakat luar pun diminimalisasi. “Agar publik juga aware (sadar-red) terhadap daerah kepemilikan UGM,” tambah Suryo. Continue reading ‘Mem-portal Akses Mahasiswa’




Rubrik

Kalender

June 2009
M T W T F S S
« Apr   Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Kunjungan Anda

  • 10,583 klik

Temui kami di:

Gedung Yong Ma lantai 2, Jalan Socio-Justicia 1, Bulaksumur, Yogyakarta. Email: sintesapress@yahoo.com Facebook/ Group: Persma Sintesa/ Sintesa Press