Archive for the 'KILASAN' Category

01
Jun
10

DEKANAT FISIPOL ADAKAN OPEN HOUSE PERDANA

DEKANAT FISIPOL ADAKAN OPEN HOUSE PERDANA

Untuk pertama kalinya, Open House dan ruang temu muka dua arah antara Dekanat Fisipol UGM dan mahasiswa dilaksanakan. Acara yang digelar pada hari Kamis, 11 Maret 2010 pukul 09.00-12.00 WIB dihadiri oleh sekitar 50 orang mahasiswa. Bertempat di Ruang Seminar Fisipol UGM, forum tersebut dihadiri langsung oleh Dekan Fisipol UGM, Prof. Dr. Pratikno M.Soc.Sc, beserta Dr. Phil. Hermin Indah Wahyuni,S.IP, M.Si, Dr. Suharko S.Sos, M.Si, dan Arie Sujito S.Sos, M.Si.

Sudah sejak 1,5 tahun lalu, pihak fakultas merencanakan adanya forum temu semacam ini. Namun, hal tersebut baru bisa terealisasi. Pratikno mengatakan bahwa forum tersebut diadakan untuk lebih mendengarkan suara mahasiswa. Dekanat berusaha mengubah citranya yang selama ini cenderung tertutup dan minim sosialisasi menjadi lebih transparan.

Melalui forum tersebut pihak dekanat mengungkapkan rencana pembangunan gedung Fisipol UGM. Pembangunan yang akan dimulai pada bulan Mei 2010 ini mengundang berbagai tanggapan, kritik, maupun usulan positif mahasiswa. Pihak dekanat menyatakan bahwa selama pembangunan, kegiatan perkuliahan akan dimobilisasi ke Gedung Magister Administrasi Publik (MAP) ,Gedung Pusat Antar Universitas (PAU) dan sebagian tetap di gedung Fisipol UGM. Seluruh biaya pembangunan berasal dari anggaran dana yang diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Permasalahan lain yang juga disinggung dalam pertemuan adalah kacaunya pengelolaan portal akademik. Hermin menyatakan bahwa pihak Teknologi Informatika (TI) UGM tengah membenahi berbagai kendala tersebut. Masalah nilai yang belum keluar hingga masa pengambilan Kartu Rencana Studi (KRS) diselesaikan dengan memberikan nilai sementara.

Momen temu muka ini juga dimanfaatkan oleh mahasiswa yang berkesempatan hadir untuk mengajukan usulan, kritik dan saran. Diantaranya penerbitan jurnal mahasiswa Fisipol UGM, serta kritik mengenai informasi beasiswa dan penyediaan buku-buku perpustakaan ditujukan kepada pihak dekanat.

”Melalui forum seperti ini, pihak fakultas berusaha menampung dan merealisasikan usulan positif mahasiswa, contohnya usulan tentang penerbitan jurnal mahasiswa,” ucap Pratikno. “Sesuatu yang menarik dari forum ini adalah tentang kegelisahan mahasiswa semacam ini, yang sebenarnya telah menjadi agenda kebijakan dekanat sejak 1,5 tahun lalu. Kami sudah berusaha membenahi perpustakaan, serta mengusahakan seleksi beasiswa yang lebih ketat.” tambahnya.

Salah satu mahasiswa Jurusan Sosiatri ’07 menuturkan tanggapannya mengenai acara tersebut. “Melalui forum terbuka seperti Open House, dekanat bisa tahu uneg-uneg mahasiswa. Namun, saya kaget ketika dekanat mengumumkan pembangunan Gedung Fisipol. Mahasiswa baru diberi tahu setelah blue print nya sudah jadi.” tuturnya.

Berbagai informasi mengenai kebijakan dekanat yang selama ini sangat sulit diakses dan dikonfirmasi oleh mahasiswa sedikit terbuka melalui forum ini. Direncanakan, Open House Dekanat tidak akan berhenti sampai disini, namun secara fleksibel akan terus dilakukan untuk menjalin komunikasi dan saling pengertian antara mahasiswa dan dekanat. (Brita)

Advertisements
01
Jun
10

DEKANAT BERLAKUKAN MEKANISME JAM KOSONG ‘MASSAL’

DEKANAT BERLAKUKAN MEKANISME JAM KOSONG ‘MASSAL’

Sebagian mahasiswa senang dengan adanya jam-jam kosong saat dosen berhalangan untuk hadir. Sebagian dapat memanfaatkan momen itu untuk berdiskusi dengan teman sekelompok, mengerjakan tugas, atau bahkan hanya sekedar menggosip. Namun ada pula sebagian yang bingung untuk mengisi kekosongan sambil menunggu kuliah berikutnya.

Kebingungan itu bisa terjawab oleh program baru Fisipol. Mulai semester genap 2010, dekanat memberlakukan jam kosong setiap hari Kamis mulai pukul 09.30 – 12.00 WIB. Hal ini sebenarnya sudah diupayakan sejak semester ganjil 2009 yang lalu, tetapi baru bisa terealisasi pada awal semester ini. Kebijakan dimaksudkan agar mahasiswa dapat terintegrasi dengan baik. Lebih jauh menurut Hermin Indah Wahyuni, Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan, “Jam kosong ini bisa dimanfaatkan untuk mengasah softskill, mengadakan diskusi-diskusi lintas jurusan, dan raker (rapat kerja, red) bagi HMJ, BO maupun BSO. Sebelumnya program jam kosong bersama ini sudah dipraktekkan di Fakultas Ilmu Budaya UGM setiap hari Jum’at, bahkan dalam rentang cukup lama, yaitu dari pukul 07.00-13.00 WIB.

Selain ditujukan bagi mahasiswa, kebijakan ini berlaku bagi seluruh civitas akademika di Fisipol untuk mengadakan rapat baik di tingkat fakultas, RKF (Rapat Kerja Fakultas, red), maupun rapat di tingkat jurusan. Untuk itulah berbagai macam program telah disusun pada jam-jam kosong ini, bahkan dalam jangka waktu satu tahun ke depan. Agar tak ada yang memanfaatkannya untuk hal-hal sembarangan,” lanjutnya.

Sebagai launching, salah satu program dalam jam kosong massal adalah Open House Dekanat yang dilaksanakan pada hari Kamis, 11 Maret 2010 pukul 09.30-12.00 WIB di Ruang Seminar I Fisipol. Meski acara sejenis tak selalu hadir di Kamis pagi, namun setidaknya intensitasnya akan dinaikkan agar Dekanat bisa mendengar langsung keluhan, kritik dan saran dari para mahasiswa. Sebagai hasil nyata, akan dilakukan crosscheck terhadap kebijakan apa yang seharusnya dipertahankan dan yang harus diganti.

Terkait minimnya informasi dan pengetahuan mahasiswa tentang kebijakan ini, Hermin mengungkapkan, “Sebelumnya kami dari pihak Dekanat telah melakukan sosialisasi terkait kebijakan baru ini kepada seluruh kepala staf di masing-masing bidang, hanya saja mungkin belum sempat menyampaikan kepada seluruh anggota staf sehingga sempat terjadi missed”. Menurutnya, dua minggu yang lalu atau awal Maret ini, pihak Dekanat telah mengumumkan kebijakan jam kosong bersama kepada HMJ, BO maupun BSO. Maka jika terjadi ketidaktahuan mahasiswa dan staf di Fisipol akan pengosongan jam, hal itu tidak akan berlangsung lama. (Ike)

17
Dec
09

Menengok Pintu yang Tertutup

Sejak diaktifkan pada pertengahan September lalu, implementasi kebijakan portal menuai banyak persoalan. Mulai dari inefisiensi mobilitas civitas akademika hingga isu lingkungan. Berbagai respon dilancarkan mahasiswa, dari sekadar gerutu hingga aksi demonstrasi yang menuntut peraturan itu untuk ditarik kembali. Maksud rektorat untuk mengorganisasi sistem penataan kampus tak diterjemahkan dengan baik. Sebagian kalangan menilai rektorat mengacuhkan berbagai pertimbangan untuk memudahkan mahasiswa mengakses kampusnya. Ekses lainnya bahkan merembet sampai persoalan peraturan yang tak ramah lingkungan. Continue reading ‘Menengok Pintu yang Tertutup’

17
Dec
09

Menerawang Tubuh Organisasi

Beberapa masa terakhir, transparansi menjadi kata-kata yang populer. Tidak hanya digaungkan oleh aktivis dan intelektual, masyarakat level bawah pun fasih menggunakannya. Apalagi sejak momen 9/12 yang lalu, saat berbagai elemen masyarakat menuntut adanya transparansi di tubuh pemerintahan. Rupanya, virus yang sama turut menjangkiti Fisipol. Semua organisasi mahasiswa di Fisipol berbenah. Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), Badan Otonom (BO), maupun Badan Semi Otonom (BSO) dituntut untuk mempertanggungjawabkan administrasi organisasinya melalui Laporan Pertanggunjawaban Keuangan (LPK). Continue reading ‘Menerawang Tubuh Organisasi’

17
Dec
09

Seremoni Demokrasi Kampus

Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemira) merupakan sebuah mekanisme demokrasi kampus yang diselenggarakan tiap tahun di UGM. Sekilas tak ada yang baru dalam Pemira kali ini. Peserta sebagian besar diwarnai partai-partai lama. Pun isu-isu yang disampaikan. Meski sudah menjadi rutinitas, perayaan demokrasi di lokus kampus ini tak kehilangan daya tariknya. Semarak kemeriahannya sudah mulai terasa. Di sudut-sudut kampus mulai terpampang poster yang berisi jargon dan visi misi peserta-peserta Pemira. Semangat kompetisi juga semakin memanas menjelang pemungutan suara. Continue reading ‘Seremoni Demokrasi Kampus’

06
Sep
09

Mengharap Sarana Informatif

Awal semester baru ini, dekanat menambah sarana di kanti Fisipol. Sebuah televisi plasma baru diletakkan di dinding selatan kantin. Berbeda dengan televisi hibah dari Badan Narkotika Nasional (BNN), televisi baru ini memiliki ukuran layar lebih besar dibandingkan dengan yang berada di sisi barat. Televisi plasma ini dulunya digunakan sebagai salah satu pelengkap fasilitas research week. Karena fungsinya yang kurang optimal, dekanat berinisiatif meletakkan televisi itu di kantin agar dapat dinikmati semua warga Fisipol. Harapannya agar televisi itu lebih fungsional, mengingat televisi ‘lama’ hanya berisikan iklan dari BNN saja. Continue reading ‘Mengharap Sarana Informatif’

06
Sep
09

Klasifikasi Nilai Berubah

Ada yang berbeda dengan klasifikasi nilai di semester ganjil tahun akademik 2009/2010 ini. Dulu, penilaian hanya memiliki lima klasifikasi skor, yaitu nilai A untuk skor 4 hingga E untuk skor 0. Namun kini, klasifikasi nilai di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik berubah dengan penambahan embel-embel plus (+) atau minus (–) di belakang nilai. Continue reading ‘Klasifikasi Nilai Berubah’




Rubrik

Kalender

September 2017
M T W T F S S
« Jun    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Kunjungan Anda

  • 10,761 klik

Temui kami di:

Gedung Yong Ma lantai 2, Jalan Socio-Justicia 1, Bulaksumur, Yogyakarta. Email: sintesapress@yahoo.com Facebook/ Group: Persma Sintesa/ Sintesa Press